Orang Minang di BNPB Pulang Kampung, Pastikan Bangun Semua Fasilitas Rusak
Padang, BPBDSumbar - Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) berupaya Sumatera Barat (Sumbar) bisa pulih lebih cepat. Upaya ini dengan "memulangkan" semua orang Minang di BNPB ke kampung halaman.
Sekretaris Utama BNPB, Rustian memastikan semua infrastruktur yang rusak akibat bencana yang terjadi di Sumbar bakal diperbaiki secepatnya. Pembangunan kembali ini tak hanya sebatas fasilitas umum, tapi juga pemukiman warga, baik yang rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat.
"Orang Minang yang ada di BNPB itu dipulangkan ke Sumatera Barat semuanya," kata Rustian dalam Rapat Persiapan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Hidrometeorologi Sumbar yang digelar di Posko Terpadu Penanganan Bencana, Aula Kantor Gubernur Sumbar, Senin (16/12).
Kendati demikian, ia menekankan pentingnya pengkajian kebutuhan pascabencana (Jitupasna) secara matang berbasis data valid dan akurat, serta partisipatif sesuai kondisi ril di lapangan. Salah satunya dengan melibatkan akademisi, mahasiswa, dan pihak terkait yang kompeten lainnya.
Baginya, pemerintah daerah memegang peran strategis sebagai penggerak utama pemulihan di wilayah masing-masing. "Semuanya kita perbaiki, jadi kita silahkan kepala daerah masing-masing mendata hasil di lapangan dan melaporkannya secepatnya," ujar urang awak asal Padang Pariaman itu.
Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi mengungkapkan, perkiraan sementara total kerugian akibat bencana hidrometeorologi ini mencapai Rp13,5 triliun lebih. Nilai ini setara dengan dua tahun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumbar..
Ia merinci, berdasarkan pendataan yang masih berlangsung, taksiran kerusakan sektor permukiman mencapai Rp 570 miliar. Kerusakan infrastruktur sekitar Rp7,3 triliun, sektor sosial sekitar Rp17 miliar, sektor pendidikan Rp14 miliar, serta sektor keagamaan atau rumah ibadah sekitar Rp3,2 miliar.
"Angka-angka tersebut masih jauh dari estimasi kerugian total yang telah diperkirakan. Selain itu, masih diperlukan penyamaan persepsi terkait kriteria kerusakan,” ujar Arry. (why)
Salam Tangguh Salam Kemanusiaan
Admin BPBD.